14 Mei 2026

ACAKADUT Vol 1 in Kaboom!

Wawancara eksklusif bersama Tim ZINE! Acakadut: obrolan di balik layar, harapan, dan semangat untuk terus berkarya.

Tim Kaboom Wawancara Acakadut
Setelah sukses meluncurkan volume perdananya, Tim ZINE! Acakadut menyempatkan diri untuk berbincang dengan Tim Kaboom mengenai di balik layar dan harapan mereka ke depan. Suasana penuh semangat menyelimuti obrolan ini, mengingat Acakadut Vol 1 hadir sebagai wadah segar bagi para penulis dan kreator untuk menumpahkan gagasan mereka secara liar dan jujur.
ACAKADUT Vol 1

Bagi Effendi, momen rilisnya volume pertama ini membawa luapan rasa antusias yang sulit dibendung.

“Sangat-sangat excited karena ada banyak sekali karya-karya bagus di zine ini. Gak sabar buat mempertemukan karya esai, cerpen, dan desain grafis ke pembaca.”
— Effendi

Ia juga mengaku sempat kaget karena antusiasme publik yang melampaui ekspektasi. Senada dengan hal itu, Gilang merasakan kelegaan yang luar biasa. Sebagai sosok di balik tata letak (layout), ia merasa memiliki tanggung jawab besar.

“Begitu rilis dan beres juga dapat respon baik, rasanya saya luar biasa lega.”
— Gilang

Proses Kreatif dan Keseruan di Balik Layar

Proses kreatif pembuatan zine ini pun meninggalkan kesan mendalam bagi para punggawa di baliknya. Gilang menyebutkan bahwa proyek ini telah menjadi ruang belajar baru baginya melalui diskusi intens. Adamsalik menambahkan bahwa pengalaman paling berkesan adalah saat ia bisa menyelami isi pikir manusia lain melalui karya-karya yang masuk.

“Ada pertukaran ide dari diskusi-diskusi menarik antara kami, editor, yang tidak jarang jenaka. Saya rasa itu paling berkesan.”
— Adamsalik

Membicarakan Kualitas Karya dan Kekuatan Tema

Membicarakan kualitas karya, Adamsalik dan RJ kompak mengungkapkan kekaguman mereka terhadap cara para kontributor merespons tema. Adamsalik menyoroti bagaimana para penulis mampu menempatkan Akal Imitasi (AI) dengan narasi yang unik.

“Bagi saya, keragaman inilah yang jadi kekuatan ACAKADUT. Saya yakin, pembaca akan terbawa menyusuri proses berpikir berbeda dari sebuah karya.”
— Adamsalik

RJ pun merasa tersentuh melihat bagaimana aspirasi dan ideologi tertuang begitu dalam.

“Isi kepala manusia itu tak terukur luas dan dalamnya. Kagum, sekaligus bahagia karena jadi salah satu dari yang pertama membaca karya-karya apik mereka.”
— Rai Jose atau RJ

Harapan Menatap Masa Depan

Menatap masa depan, Tim ZINE! Acakadut menyimpan harapan besar agar proyek ini terus berlanjut dan berdampak luas. RJ memimpikan agar Acakadut bisa menjadi ruang aman bagi para kreator. Sementara itu, Effendi menekankan bahwa zine adalah simbol kebebasan bersuara.

“Gak muluk-muluk, semoga bisa terbit volume-volume selanjutnya aja. Semakin menjamur, semakin liar distribusinya, semakin baik.”
— Effendi

Pesan untuk Khalayak

Sebagai penutup, tim memberikan pesan kuat bagi khalayak yang belum sempat menyentuh lembaran zine mereka. Gilang menekankan pentingnya membaca agar otak tetap tumbuh di tengah gempuran teknologi. Adamsalik menutup perbincangan dengan sebuah ajakan filosofis untuk tidak sekadar melintas di atas teks, tetapi berani menguliti gagasan.

“Mari kita lahirkan dialog dari ide-ide pikiran mentah dan kusut.”
— Adamsalik

Tim Zine Acakadut

Effendi
Effendi
Tim Acakadut
Lihat
Gilang Adhi
Gilang Adhi
Tim Acakadut
Lihat
Adamsalik Ar-Rasyid Mattuliang
Adamsalik Ar-Rasyid Mattuliang
Tim Acakadut
Lihat
Rai Jose Winardjo
Rai Jose Winardjo
Tim Acakadut
Lihat