Bagi Effendi, momen rilisnya volume pertama ini membawa luapan rasa antusias yang sulit dibendung.
Ia juga mengaku sempat kaget karena antusiasme publik yang melampaui ekspektasi. Senada dengan hal itu, Gilang merasakan kelegaan yang luar biasa. Sebagai sosok di balik tata letak (layout), ia merasa memiliki tanggung jawab besar.
Proses Kreatif dan Keseruan di Balik Layar
Proses kreatif pembuatan zine ini pun meninggalkan kesan mendalam bagi para punggawa di baliknya. Gilang menyebutkan bahwa proyek ini telah menjadi ruang belajar baru baginya melalui diskusi intens. Adamsalik menambahkan bahwa pengalaman paling berkesan adalah saat ia bisa menyelami isi pikir manusia lain melalui karya-karya yang masuk.
Membicarakan Kualitas Karya dan Kekuatan Tema
Membicarakan kualitas karya, Adamsalik dan RJ kompak mengungkapkan kekaguman mereka terhadap cara para kontributor merespons tema. Adamsalik menyoroti bagaimana para penulis mampu menempatkan Akal Imitasi (AI) dengan narasi yang unik.
RJ pun merasa tersentuh melihat bagaimana aspirasi dan ideologi tertuang begitu dalam.
Harapan Menatap Masa Depan
Menatap masa depan, Tim ZINE! Acakadut menyimpan harapan besar agar proyek ini terus berlanjut dan berdampak luas. RJ memimpikan agar Acakadut bisa menjadi ruang aman bagi para kreator. Sementara itu, Effendi menekankan bahwa zine adalah simbol kebebasan bersuara.
Pesan untuk Khalayak
Sebagai penutup, tim memberikan pesan kuat bagi khalayak yang belum sempat menyentuh lembaran zine mereka. Gilang menekankan pentingnya membaca agar otak tetap tumbuh di tengah gempuran teknologi. Adamsalik menutup perbincangan dengan sebuah ajakan filosofis untuk tidak sekadar melintas di atas teks, tetapi berani menguliti gagasan.